Disiplin Menulis

Satu Alasan Mengapa Penerbit Harus Menerima Karya Anda

Tentang Disiplin Menulis



Tidak ada impian menghasilkan karya yang akan terwujud selama impian itu tidak mengajak sahabat terbaiknya.

Itulah disiplin.

Pikirkan satu kata ini.

Mungkin banyak kali kita berpikir bagaimana caranya menghasilkan karya yang terbaik dan disukai banyak orang blablabla. Tapi beranikah kita jujur bahwa seringkali impian itu hanya berhenti di sekedar menjadi angan-angan. Tanpa roh untuk mewujud dalam alam fisik.

Dan itu butuh disiplin.

Ketika para penulis hebat di luar sana - yang bisa jadi adalah saingan kita - begitu gigih dalam berkarya, sudah sebagian kaki mereka menjejak kantor penerbit, mestinya kita bekerja jauh lebih keras dari mereka.

Hey man, sadarilah bahwa penerbit tentu memiliki batasan karya yang akan mereka terbitkan. Jadi jika dengan penerbit yang ada saja mereka sudah cukup disibukkan, beri mereka satu alasan yang sangat kuat mengapa harus menjadikan Anda sebagai salah satu penulis baru di barisan mereka? Kalau Anda ingin bergabung di barisan mereka dan menjadi penulis yang karya-karyanya kemungkinan besar akan diterima, tidakkah itu berarti Anda justeru harus bekerja lebih kerasa daripada mereka, the existing writers?

Untuk itu Anda perlu disiplin.

Kalau perlu 2x lipat daripada yang the existing writers telah lakukan.

Luangkan waktu lebih banyak untuk menulis. Tak perduli jika itu belum akan berbuah sebuah karya karena tanpa Anda sadari, disiplin itu sedang membentuk Anda untuk menjadi penulis terkemuka suatu saat nanti.

Ya suatu saat nanti.
Pasti.
Melalui sebuah disiplin.
Disiplin menulis.
Menulis apa saja, mengenai siapa saja.

Comments

Popular posts from this blog

A Love Song From Bunaken (Bab 1)

Jurus Ampuh Membuat Buku Bagi Pemula dan Kurang Jago Menulis... Tapi Diterbitkan Penerbit Besar.

Review 2 Novel Terbaru - Seminggu setelah peluncuran