Masih Pemula? Bagaimana Kalau Jadi Cerpenis Dulu?

Menulis Novel:

Jadi Penulis Cerpen Dulu


Saya nggak tahu dengan novelis lain. Bagi saya, langkah pertama untuk menjadi penulis novel yang melulu fiksi adalah menjadi cerpenis lebih dulu. Selain lebih gampang, jika Anda memulai dengan langkah sederhana atau mudah kecenderungannya akan memicu semangat untuk meningkatkan diri ke level yang lebih tinggi.

Seorang calon novelis perlu membiasakan diri dalam menulis apa yang ada di benaknya dan menuangkan sedemikian rupa sehingga materi tulisan tidak membuat kening berkerut. Dan itu butuh praktek dan berkelanjutan dari waktu ke waktu. Ini langkah sangat penting karena kegagalan mendeskripsikan suatu kondisi atau percakapan antara para tokoh, akan membuat penerbit menolak karya tulis seseorang bahkan ketika halaman pertama belum lagi selesai dibaca.

Biasakan diri menulis cerpen. Jika tidak cukup pede untuk mengirimkan ke penerbit, mintalah seseorang yang Anda layak cukup baik untuk menjadi editor. Jika mereka menilai karya itu laik kirim, kirimlah. Tapi masalahnya memang, mencari orang seperti itu tidak gampang. Kalau tidak percaya, zaman now pun masih banyak orang sulit membedakan penggunakaan 'di' apakah harus disambung atau dipisah. Contohnya, mana yang benar apakah:

- Diragukan, atau di ragukan
- Dimakan, atau di makan
- Ditempat, atau di tempat
- Disidang, atau di sidang
dan lain sebagainya.

Untuk itu biasakan membaca media cetak berkualitas agar membantu kita mengenali penggunaan kata atau kalimat yang sesuai.

O ya, saya juga membuat sebuah tayangan di Youtube yang mudah-mudahan bisa menjadi pencerahan bagi Anda.



Jabat erat,
Marthino Andries




Comments

Popular posts from this blog

A Love Song From Bunaken (Bab 1)

Jurus Ampuh Membuat Buku Bagi Pemula dan Kurang Jago Menulis... Tapi Diterbitkan Penerbit Besar.

Review 2 Novel Terbaru - Seminggu setelah peluncuran