Langkah#4 Menulis Novel: Sinopsis (2)


STRUKTUR TIGA BABAK


BABAK I:
a. LATAR BELAKANG:
Arleen, 19 thn,  didorong faktor kesulitan ekonomi membuka gerai foto instan di mall. Modal sepenuhnya datang dari ibunya Rahma, 49 tahun, dan dari dana pensiun almarhum ayahnya. Gerai lebih banyak sepi daripada ramainya. Arleen seringkali bosan. Masa penyewaan gerai akan segera berakhir sementara keuntungan masih jauh dari yang mereka harapkan.
b. KONFLIK MULAI MUNCUL:
Suatu saat, ketika gerai tidak begitu ramai dikunjungi orang, muncul Fritz, 17 thn, yang langsung masuk ke ruang foto. Fritz ternyata bersembunyi dari kejaran satpam mall yang memergokinya melakukan pencurian. Terdorong sikap simpati, Arleen kemudian menolongnya. Hal ini menimbulkan pertemanan di antara mereka berdua.
Fritz bukan sekedar bandel. Ia ternyata anak orang kaya. Terdorong sikap simpatik Arleen, ia jadi makin sering mengunjungi dan mereka makin sering bersama-sama. Dengan kekayaannya, Fritz berani membayari kerugian selama gerai foto ditinggalkan demi supaya dapat bersama-sama dengan Arleen. Perbedaan usia membuat Arleen dengan dewasa membimbing Fritz agar lebih bertanggungjawab, termasuk ketika Arleen mendaftarkan Fritz pada lomba musik/gitar yang diadakan penyelenggara mall. Kendati awalnya Fritz tidak cukup percaya diri, akhirnya ia berani juga.
BABAK II:
KONFLIK MENINGKAT:
Persahabatan mereka meningkat. Kemampuan teknis Fritz dalam memainkan gitar pun demikian. Suatu saat Fritz yang ge-er atas kedekatan hubungan mereka, menyatakan isi hatinya yang ternyata ditampik oleh Arleen. Arleen hanya menginginkan persahabatan. Fritz yang dalam beberapa hal terkesan manja, tidak menerima penolakan itu. Dengan maksud pamer, secara demonstratif ia membawa beberapa gadis di depan Arleen yang tidak lain sebetulnya adalah adik dan sepupunya sendiri. Tapi Arleen memang tidak cemburu. Ia malah terus mendorong demi kemajuan Fritz. Tapi Fritz sudah tidak lagi berminat pada lomba tersebut. Ia menyatakan mengundurkan diri.
BABAK III:
KONFLIK MEMUNCAK DAN PENYELESAIAN:
Arleen akhirnya menyadari bahwa dua gadis yang dikenalkan Fritz sebetulnya adalah adik dan sepupunya. Arleen dengan dewasa kemudian membujuk Fritz agar tetap mengikuti lomba tapi Fritz bersikukuh menampiknya. Arlen tetap membujuk sampai akhirnya di saat hari dan jam pendaftaran terakhir Fritz menyatakan kesediaannya. Fritz masih tidak suka pada Arleen walaupun gadis itu terus mendukungnya.
Di hari pertunjukan Fritz tampil dan meraih juara pertama. Tak hanya itu ia malah langsung mendapat kontrak dari seorang produser rekaman. Saat akan mengucapkan terima kasih, ia baru tahu bahwa gerai Arleen sudah tidak ada lagi di tempatnya sementara ia tidak tahu dimana Arleen tinggal selama ini.

“Tadaaaaaa .... Sinopsisnya jadi deh. Ceritanya lumayan kan? Model sinopsis gini biasa disebut sinopsis dengan struktur drama tiga babak.”
Lima orang itu merhatiin ke arah dinding. Q langsung nyetujuin permintaan Tumpal supaya Sinopsis tadi dicetak dan dibagi-bagi diantara mereka.
“Nanti minggu depan kita lanjutin, OK? Kita bahas lebih dalem lagi, mau diapain sinopsis dengan drama tiga babak semacem ini,” jawab Q sambil nyomot lemper terakhir.
 “Dilanjutin minggu depan, Bung?”
“Tul, minggu depan saat kita ketemuan lagi. Gue sekarang maunya kalian pulang. Sori, gue ada janji mau ngehadirin kondangan malem ini.”
“Ngusir nih? Terus terang gue kurang suka dengan Sinopsisnya. Gue bilang sih kurang menarik,” Jepri ngedumel.
“Hehehe, kalo Sinopsisnya bagus, nanti elo nyamber cerita gue. Trus diaku-aku sebagai milik sendiri.”
“Jadi ceritanya elo curiga nih?”
“Iya lah. Gue masih belum lupa kalo sebelumnya elo nyandera gue.”
Sashi muncul dari kamar kecil. “Lho? lemper terahir - yang gepeng - mana?”
“Gue makan,” tanya Q. “Lempernya enak banget sih.”
“Ih, tau nggak knapa lemper itu gepeng? Itu gara-gara tadi secara nggak sengaja sempat gue dudukin.”


Comments

Popular posts from this blog

A Love Song From Bunaken (Bab 1)

Jurus Ampuh Membuat Buku Bagi Pemula dan Kurang Jago Menulis... Tapi Diterbitkan Penerbit Besar.

Review 2 Novel Terbaru - Seminggu setelah peluncuran