Langkah#3 Menulis Novel: Penentuan Karakter (sambungan)

Langkah Menulis Novel


Penentuan Karakter

         


   Orang-orang mulai pada sibuk nulis waktu Q tiba-tiba muncul lagi.
            “Sori, tadi ada yang kelupaan gue kasih tau,” katanya.
Tumpal dengan Sashi cuma ngeliatin. Nggak ngasih komen apapun.
            “Anu,” sambil mulai duduk di tempatnya, Q mulai ngejelasin. “Sesudah kalian bikin ide dan sebelum bikin Sinopsis, sebetulnya ada satu step yang musti ada di tengah-tengah yaitu penentuan karakter.”
            Omongan Q keputus waktu Sashi dengan Tumpal ngangkat tangan.
“Ya?” Q ngasih kesempatan Sashi buat nanyain duluan.
“Bukannya sehabis nentuin ide dan Thema maka langkah berikutnya adalah ngembangin Thema untuk jadi Sinopsis?”
            “Betul. Tapi kalo kita nggak nentuin karakter lebih dulu, Sinopsis kita nanti kacau. Bayangin aja kalo si A yang di awal Sinopsis disebut pendiem, ternyata di pertengahan atau akhirnya berubah jadi pecicilan. Si X yang pendidikan S2, belakangan bisa ngeluarin banyolan yang umum disampein di kalangan anak SD. Si Z yang jutek, koq tau-tau bisa berubah baiiiiik banget. Nah, untuk itu kalian perlu nentuin karakter kalian.”
            “Emang sifat orang gak boleh berubah?” tanya Sashi lagi.
            “Jelas boleh. Tapi sifat yang berubah itu apakah berkaitan langsung dengan Thema apa nggak? Kalo perubahan yang elo maksud akan merubah plot cerita, sebaiknya jangan dilakuin. Bayangin, kalo elo nulis cerita tentang bencana tenggelamnya sebuah kapal, yang menuntut tiap tokoh agar konsisten dengan sifatnya, maka perubahan sifat nggak bisa diterima. Yang antagonis harus tetap antagonis. Yang protagonis harus tetap protagonis. Yang pinter harus tetap pinter, yang bego musti tetap bego.”
            Q lantas nunjuk catetan sebelumnya.
“Bentuk umumnya kan kayak gini lho. Tujuh langkah yang pernah gue sampein.”

IDE è THEMA è PENENTUAN KARAKTER è SINOPSIS è ALUR CERITA è  DRAF AWAL èDRAF AKHIR

            “Oh yang itu?” cetus Gemblong.
            “Iya dong. Kalo kita nggak ngasih karakteristik yang jelas, kita bisa bingung sendiri. Apalagi kalo cerita yang kita bikin panjang seperti novel atau cerita bersambung. Kita bisa bingung dan kejebak sendiri. Jadi, selesai pembuatan ide dan sebelum jadi Sinopsis, tentuin seperti apa karakteristik tiap tokoh kita. Kita musti ngasih tau tokoh kita itu gimana gitu. Apa jenis kelaminnya, umurnya berapa, tokoh antagonis atau protagonis, masa lalunya, apakah dia kerja, kuliah, sekolah atau udah berumahtangga, kalo udah rumahtangga, siapa nama suami/isterinya, nama anaknya, kerja atau sekolah atau kuliah dimana, tabiatnya gimana, penampilan fisiknya seperti apa, bintang kelas atau bukan, punya musuh nggak, tinggal dimana, sama siapa, kalo dia pinter tapi nggak lulus-lulus kenapa, dlsb.”
            Nggak sanggup nulis satu-satu, apalagi Q ngomongnya cepet banget, Jepri ngusulin supaya karakteristik itu dicetak khusus, dan terus dibagiin ke semua orang yang hadir. Yang lain sependapat.
            “Emang gue mau ngasih. Elo aja yang udah keburu minta duluan,” kata Q sambil mulai ngasih dua lembar kertas ke masing-masing orang.
“Terus terang ini gue dapet dari postingan milis yang sumber aslinya nggak tau dapet darimana. Mudah-mudahan ini bisa ngebantu kalian,” katanya.


Si Pecinta
Penuh pesona dan daya tarik, menyenangkan, petualang, sensitif, selalu dalam cinta, suka dicintai dan mencintai, teman yang penyayang dan dapat dipercaya, sangat dermawan, pemikiran teknis, hidup untuk hari ini, ahli filsafat penuh imajinasi
Si Misterius
Citra rasa luar biasa, mulia, menyukai sesuatu yang indah, perasa, keras kepala, egois, agak modis, sangat ambisius, berbakat, banyak teman, banyak musuh, dapat diandalkan
Si Mulia
Mempunyai fisik yang menyenangkan, modis, tidak gampang memaafkan kesalahan, periang, suka memimpin dan tidak menyukai dipimpin, teman yang jujur dan setia, suka mengetahui semua karakter orang dan memberi keputusan, dermawan, sense of humor yang baik, praktis
Si Setia
Kuat, mudah beradaptasi, periang, optimis, memerlukan uang dan pendidikan yang cukup, benci kesendirian, pecinta yang tidak pernah puas, setia, pemarah, tidak dapat diatur, dan ceroboh
Si Tidak Pasti
Sangat dekoratif, tidak percaya diri,  berani jika diperlukan, memerlukan lingkungan yang berkeinginan baik dan menyenangkan, sangat pemilih, sering sendiri, pendendam, bakat artistik, organizer yang baik, cenderung berfilososfi, dapat diandalkan di berbagai situasi, memandang hubungan dengan serius
Si Percaya Diri
Kecantikan yang langka, tahu bagaimana beradaptasi, menyukai kemewahan, cenderung memandang rendah orang lain, percaya diri, tidak sabar, mempunyai banyak bakat, pekerja keras, optimis, menunggu cinta sejati, dapat membuat keputusan cepat.
Si Istimewa
Menyukai kawan yang sepaham, sangat sehat, tahu bagaimana hidup menyenangkan, sangat aktif, alami, teman yang baik tetapi jarang bersahabat, gampang jatuh cinta tetapi cepat pudar, dengan mudah menyerah, praktis dan dapat dipercaya.
Si Melankolis
Si Cantik yang penuh dengan ke-melankolis-an, aktraktif, menyukai segala sesuatu yang indah dan bercitra rasa, suka berpetualang, pemimpi, gelisah, pendorong semangat, jujur, dapat dipengaruhi tetapi tidak mudah hidup dengannya, penuntut, intuisi baik, menderita dalam cinta tetapi kadang menemukan pasangan yang tepat.
Si Peragu
Menerima hidup apa adanya, tidak menyukai perkelahian, tekanan dan pekerjaan, cenderung malas dan mengganggur, berkorban demi teman, banyak talenta tetapi tidak ada kemauan dalam mengembangkan, selalu mengeluh, setia tetapi sangat pencemburu.
Si Luar Biasa
Mempesona, tidak penuntut, sangat pengertian, tahu bagaimana membuat sebuah impresi, pejuang sosial yang aktif, terkenal, pecinta yang mendorong semangat, teman yang jujur dan penuh dengan toleransi, rasa keadilan yang tepat.
Si Sensitif
Penuh dengan pesona, periang, tidak egois, suka menarik perhatian, menyukai kehidupan, pergerakan ketergantungan dan mandiri, citarasa tinggi, artistik, penuh gelora dan emosional, teman bicara yang baik dan tidak mudah memaafkan.
Si Pemikir Mandiri
Bukan orang biasa, penuh imaginasi dan keaslian, pemalu dan perasa, ambisius, sombong, menyukai pengalaman baru, kadang gugup, kompleks, ingatan baik, belajar dengan mudah, kehidupan cinta yang rumit.
Si Gelora
Aneh dan penuh dengan kontradiksi, sering egois, agresif, spontan, ambisis yang tak terbatas, menimbulkan reaksi yang tak diharapkan, kaku, rekan yang sulit dan tidak biasanya, tidak selalu disukai tapi sering dipuja, strategi hebat, sangat pencemburu dan tanpa kompromi
Si Jujur
Kecantikan yang sukar ditemui, mempunyai rasa keadilan yang cukup baik, menarik, diplomatis, sensitif dalam kelompok, kadang-kadang bersikap layaknya pemimpin, merasa tidak mengerti akan cinta, susah menemukan pasangan
Si Ambisi
`Daya tarik yang luar biasa, tidak perduli terhadap kritik, ambisius, pintar, bertalenta, senang akan tantangan, kadang egois, dapat dipercaya, kadang pikiran menguasai kata hati dan memandang tinggi arti persahabatan.
Si Cita Rasa Tinggi
Sangat peduli terhadap kecantikan dan kondisi tubuhnya, citarasa tinggi, cenderung egois, membuat hidup senyaman mungkin, memimpin dengan rasional, displin tinggi, rekan yang emosional tetapi berkualitas, memimpikan  pasangan yang luar biasa, jarang menyukai perasaannya sendiri, tidak yakin dengan keputusannya.
Si Sensitif
Sangat kuat/tangguh, mandiri, tidak membiarkan kontrakdisi atau alasan, menyukai kehidupan, keluarga, anak-anak dan binatang, rasa humor tinggi, pintar
Si Sehat Alami
Berani, Mandiri, kuat/tangguh, kalem, tidak menyukai perubahan, orang aktif.
Si Inspirasi
Menyukai kehidupan, atraktif, elegan, modis,bersahabat,  menyukai hidup alami dalam ketenangan,  tidak terlalu berambisi, penuh dengan imaginasi, mampu  menciptakan suasana  yang tenang.
Si Bijaksana
Menyukai surya, perasaan yang teang dan hangat, sangat rasional, adil, menghindari keagresifan dan keributan, sangat toleransi, periang, kalem, rasa keadilan yang terbina baik, sensitif, bebas dari rasa cemburu, suka membaca dan teman yang menyenangkan.
Si Kreatif
Cita rasa baik, peduli terhadap penampilannya, materialistis, si organizer yang baik untuk kehidupan dan perjalanan kariernya, ekonomis, pemimpin yang baik, rasional, menjaga kondisi tubuh dengan baik seperti diet, olahraga dll.



Tanpa ba-bi-bu, Q mendadak keluar ruangan lagi. Terang aja yang lain pada bengong.
“Knapa tuh?” tanya Devvy.
“Ke WC lagi,” jawab Jepri.
“Kan tadi udah? Koq balik lagi?”
“Emang nggak boleh?” cetusnya pelan, “siapa tau waktu tadi ke WC sebetulnya masih ada yang nyisa.”


Comments

Popular posts from this blog

A Love Song From Bunaken (Bab 1)

Jurus Ampuh Membuat Buku Bagi Pemula dan Kurang Jago Menulis... Tapi Diterbitkan Penerbit Besar.

Review 2 Novel Terbaru - Seminggu setelah peluncuran