Anda Adalah Apa Yang Anda Tulis



Kualitas seseorang dengan mudah terbaca dalam tulisan yang dibuatnya. Siapa pun Anda dan jabatan apa pun itu ketika orang lain membaca tulisan yang Anda buat – skripsi, buku, artikel, email, Curriculum Vitae, surat lamaran kerja – dengan mudah bisa menilai kapasitas Anda. Kekurangmampuan berbahasa dalam menulis karya fiksi - seperti cerpen, cerbung, novel - malah membuat pintu para penerbit akan tetap selalu tertutup.

Mengapa?

Jawabannya hanya satu. Menulis tulisan bermutu – apa pun bentuknya – tidak hanya membutuhkan kemampuan gramatikal yang baik. Bukan hanya sekedar Subyek + Predikat + Obyek + Keterangan beserta anak kalimatnya. Tak sesederhana itu! Ada hal kedua yang sangat penting demi untuk menghasilkan tulisan berbobot yang indah. Apa itu?

Itulah estetika berbahasa.

Ada begitu banyak orang di luar sana yang mengabaikan estetika berbahasa tanpa menyadari bahwa tulisan yang buruk bisa menjatuhkan imej orang itu sendiri. Kerugian lain, dan mungkin yang paling buruk, dari tulisan semacam itu adalah timbulnya kesalahpahaman yang bisa berujung pada kerugian dari segi waktu dan juga ekonomi.

·         Pernah melihat T-shirt dengan satu saja kata yang salah? T-shirt semacam ini biasanya dijual dengan harga super diskon. Mengapa? Karena salah satu kata itu membuat produk tak jadi didrop ke toko, atau tak jadi diekspor ke negara tujuan. Dijual dengan harga super diskon pun tak menjamin barang bisa langsung habis terserap pasar karena.... siapa yang mau memakai T-shirt dengan kata yang salah/kacau?

·      Bagi pencari kerja, terkecuali bidang yang hendak dimasuki adalah jabatan yang sangat spesifik sehingga membuat perusahaan tak memiliki banyak pilihan dalam melakukan rekrutmen, tulisan berbobot jangan sekali-kali diabaikan. Jika tidak Anda akan bersaing dengan ratusan pelamar lain. Bagian Personalia hanya tertarik pada Surat Lamaran beserta CV dengan susunan kalimat terbaik. 
·       Hal yang sama terjadi bagi para penulis fiksi atau non fiksi yang pernah mencoba mengirim naskah ke penerbit. 85% karya yang ditolak adalah karena permasalahan estetika berbahasa. Karya itu mungkin benar secara gramatikal, namun penuturan yang tidak indah membuat editor penerbit hanya sanggup membaca tak lebih dari lima halaman sebelum kemudian memutuskan untuk menolak. (Sebagai seorang mantan editor, membaca lima halaman saja sebetulnya sudah merupakan suatu penderitaan).

Dan masih banyak contoh lain yang seharusnya membuat kita mengerti bahwa ketika Anda dituntut untuk memiliki kinerja terbaik sejatinya Anda tidak boleh mengabaikan estetika berbahasa. Kemampuan menulis secara gramatikal sudah merupakan hal yang baik, namun sayang hal tersebut tidak cukup karena kita berada di era dimana kompetisi berlangsung secara masif di semua aspek kehidupan.

Anda perlu meningkatkan kemampuan estetika berbahasa dalam tulisan Anda. Ketika itu terjadi, dengan sendirinya kualitas berbahasa lisan pun terdongkrak dengan sendirinya.
Dan untuk itulah kami – saya, khususnya, hadir.

Saya tidak mau bersembunyi di balik layar. Inilah saya:




Perkenalkan nama saya Marthino Andries. Pemenang sayembara cerber Femina 1997, penulis novel best seller "Hey Conchita" (2005), serta penulis aktif skenario, artikel, cerpen. Novel-novel saya terakhir diterbitkan oleh grup penerbit Gramedia yang bisa di-googling sendiri. 

Anda bisa mendapatkan berbagai trik menulis yang menarik yang akan saya posting dalam blog sederhana yang saya kelola. Alasan kesibukan, keterbatasan waktu, umur, atau faktor lain, abaikanlah. Berbahasa secara benar dan berestetika memang tak akan membuat Anda langsung tiba di tujuan yang diimpikan. Tapi ia bisa mengakselerasi Anda sedemikian rupa untuk tiba lebih cepat.

Salam hangat,

Marthino Andries





here!


Cantumkan email untuk berlangganan:


Delivered by FeedBurner

Literature Top Blogs

Comments

Popular posts from this blog

A Love Song From Bunaken (Bab 1)

Jurus Ampuh Membuat Buku Bagi Pemula dan Kurang Jago Menulis... Tapi Diterbitkan Penerbit Besar.

Review 2 Novel Terbaru - Seminggu setelah peluncuran